5 Insights on Feminine Leadership

 1. Bagaimana kepemimpinan feminine yang mengutamakan empati, kepedulian, keterbukaan dan kolaborasi dapat membuat perubahan besar yang positif dalam perusahaan? 

2. Seperti apa karakteristik kepemimpinan feminine yang menonjol? 

3. Di dalam karakteristik perusahaan seperti apa kepemimpinan ini akan berhasil diterapkan? 

4. Bagaimana cara menumbuhkan kepemimpinan feminine? Planning & communication

5. Bagaimana mengaplikasikannya? 


1. Bagaimana kepemimpinan feminine yang mengutamakan empati, kepedulian, keterbukaan dan kolaborasi dapat membuat perubahan besar yang positif dalam perusahaan? 


Sama halnya yang dilakukan oleh ibu kita, memberikan kasih sayang, kelembutan, perhatian, memberikan tuntunan, leader dengan gaya kepemimpinan feminin memberikan dorongan yang menumbuhkan kekuatan dan menggugah individu yang ada dalam tanggung jawabnya, untuk memberikan yang terbaik dalam diri mereka. 


Feminine leadership memiliki karakter nurturing, menumbuhkan, mengembangkan, memfasilitasi. Gaya kepemimpinan ini membuat para pekerja menjadi nyaman untuk menjadi diri sendiri dan mengeluarkan potensi terbaik dalam diri mereka sendiri. Gaya yang menentramkan ini, meminimalisir konflik, meredakan ketegangan saat ada masalah, menumbuhkan semangat dan kedewasaan dalam diri karyawan. 


Dengan cara apa hal tersebut bisa terjadi? Karena pemimpin dengan gaya kepemimpinan feminin, melakukan pendekatan dengan lembut, perhatian penuh. Semua orang merasa diterima, karyawan merasa dirinya dikembangkan, dan karyawan menerima inspirational motivation yang dibutuhkan untuk bisa berhasil dalam meraih target kerjanya. 


Pemimpin dengan gaya kepemimpinan feminin menyediakan diri mereka dengan terbuka untuk karyawan memperoleh motivasi, arahan dan berkonsultasi mengenai beragam topik. 


Beda dengan gaya pemimpin maskulin yang tegas, terkesan tidak peduli dan fokus hanya para pekerjaan. Pemimpin dengan gaya kepemimpinan feminin menyadari banyak faktor berpengaruh dalam kinerja dan performa karyawannya. Hal seperti keluarga, anak, kesehatan, orangtua, keuangan, tak ada yang luput dalam perhatian sang pemimpin ini. Gaya kepemimpinan feminin penuh dengan individualized consideration. 


seorang leader dengan gaya kepemimpinan feminin menyadari karyawannya baru bisa bekerja saat ia bisa menangani masalahnya. Ia membentuk dirinya menjadi role model bagi karyawannya. Ia pun melakukan idealized influence, memberitahu bahwa pekerjaan harus dilakukan dengan cara yang ideal untuk bisa berhasil, dengan menyediakan diri mereka sendiri sebagai contoh untuk ditiru. 


Perempuan punya banyak role, dan memiliki kemampuan untuk menangani berbagai masalah pada saat yang bersamaan. Intellectual stimulation ia berikan pada karyawannya, ia memberikan challenge dengan berbagai target, tapi tidak membiarkan mereka bekerja tanpa arahan. 


2. Seperti apa karakteristik kepemimpinan feminine yang menonjol? 


Ada 7 elemen dalam kepemimpinan feminin. Mana yang menonjol, itu terpulang pada individunya, mana yang kuat dalam diri mereka, yaitu: mahir komunikasi, mahir mendengar, rendah hati dan adil, memiliki keyakinan diri tinggi, apakah itu dalam strategi, perencanaan, jangka panjang, dalam berjuang, ataupun dalam mempertahankan prinsip, dan dapat menyesuaikan diri dengan situasi terkini. 


Pemimpin dengan gaya kepemimpinan feminin juga memiliki kematangan pribadi, mereka sabar dan punya tekad kuat untuk mencapai target. Mereka juga harus memiliki Bahasa tubuh yang positif, penuh perhatian, dan sikap mendukung, menumbuhkan, dan membimbing. 


Apabila anda melihat ada pemimpin perempuan namun ia keras, kasar, itu bukan feminine trait. Itu masculine trait. Feminine trait itu adalah kasih sayang, kelembutan, dan penuh perhatian. Ada banyak perempuan yang memiliki maskulin trait, dan ada banyak lelaki yang memiliki feminine trait. Itu semua terpulang pada individu, mana yang dominan.  


Namun, saya mendorong para perempuan untuk mengembangkan feminine leadership. Karena banyak perempuan yang merasa lemah, merasa tidak bisa melakukan ini itu, padahal dengan modal dorongan nurturing yang penuh kasih sayang, ia akan bisa mengembangkan banyak orang, apakah itu rekan kerja, ataupun anak-anak dan suaminya. 


Pemimpin yang feminine terutama menonjol dalam komunikasi dan perencanaan. Dari 7 elemen feminine leader, yaitu komunikasi, mendengar, rendah hati, kasih sayang, percaya diri, matang, dan perhatian, itu semua bila dikembangkan oleh seorang pemimpin, tanpa peduli apa jenis kelaminnya, ia akan bisa memimpin dengan baik. Ia akan mampu mengembangkan bisnis, mengembangkan perusahaan tempatnya bekerja, bila ia mampu memanage dirinya dan mampu memanage orang lain. 


Namun ada pula hal yang harus diperhatikan lebih, bisa saja pemimpin perempuan gagal, namun ini bukan karena ia perempuan, namun karena lack of skill atau lack of knowledge. 


3. Di dalam karakteristik perusahaan seperti apa kepemimpinan ini akan berhasil diterapkan? 


Dalam era perkembangan teknologi sekarang ini, terjadi badai VUCA; volatility, uncertainty, complexity, ambiguity, yang mendatangkan banyak layoff di berbagai perusahaan besar di hampir semua bagian dunia. 


Badai vuca ini mendatangkan kesedihan, kemalangan terjadi pada banyak orang. Dalam era seperti ini, sosok pemimpin yang penuh kasih sayang, merangkul, lembut dan perhatian, menjadi dirindukan dan diharapkan oleh banyak perusahaan. Tak hanya perusahaan tertentu saja. Bahkan dunia  militer pun. 


Di era sebelum vuca, dimana bisnis gemilang berkembang dengan perkembangan industrial, gaya kepemimpinan maskulin yang penuh commanding, telling dan directive serta komunikasi satu arah, orang bisa menerima. Namun tidak di era vuca yang mendatangkan banyak kemalangan ini. Ada rasa tidak aman yang dirasakan oleh banyak orang, ada kegamangan yang dirasakan, ada keprihatinan yang sangat tinggi, namun banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara lama, dengan cara-cara yang sudah biasa dilakukan. 


Di era ini gaya kepemimpinan yang teduh dan menentramkan menjadi dirindukan. Hingga kemudian banyak perusahaan besar di dunia yang mengambil pemimpin perempuan, atau memilih sosok yang memiliki dengan feminine leadership style.  Mereka dapat membimbing eksekutif lain di perusahaan dengan gaya enabling, empowering, hingga daya resilien berkembang dengan keterbukaan yang menghadirkan kenyamanan bagi karyawannya untuk bisa kreatif dan mengembangkan solusi inovatif dan kemampuan strategic baru yang up to date dengan keyakinan tinggi. Feminine leadership diperlukan untuk memastikan bisnis yang ditangani bisa sustainable. 


4. Bagaimana cara menumbuhkan kepemimpinan feminin? 


Banyak perempuan merasakan diri lemah, untuk tumbuh dalam karir, ia harus merobohkan belenggu yang ada dalam dirinya. Contoh belenggunya misalnya, banyak perempuan merasa lemah, dan punya keyakinan bahwa perempuan tidak bisa menjadi pemimpin. Padahal, itu hanya mitos. Banyak pemimpin wanita dalam sejarah dunia memiliki peran yang signifikan. Salah satunya istri nabi Muhammad, siti Khadijah, yang di era penuh kejahatan di mekkah, dimana bayi perempuan dikubur hidup-hidup, ia bisa maju menjadi pemimpin bisnis yang memiliki hingga dua pertiga bisnis di Mekah. Kepemimpinan dia pasti sangat hebat. Kepemimpinan yang lembut dan baik yang disegani di masyarakatnya. 


Dunia merindukan kepemimpinan feminine, itulah mengapa Margaret Thatcher menjadi perdana menteri inggris dalam jangka waktu terlama sepanjang abad ke 20, yaitu dari tahun 1979-1990. Bagaimana ia yang semula ilmuwan kimia, menjadi anggota parlemen dan meniti karir politik hingga memenangkan pemilu di tahun 1979.  Di dunia bisnis kita bisa melihat sosok anita Roddick yang membesarkan the bodyshop dari mulai awal hingga membuka ribuan gerai di seluruh dunia. Ia memegang kuat prinsipnya untuk memakmurkan masyarakat di belahan dunia yang miskin dengan membeli hasil tani mereka dengan harga tinggi. Ciri penyayang di diri seorang anita sangat kuat. 


di Indonesia kita ada sosok lina liputri yang membesarkan l'essentials untuk menyelamatkan karyawan yang dipecat dari perusahaan kosmetik dimana ia sebelumnya bekerja, dan merintis, dari mulai produksi kecil-kecilan, hingga menjadi merk yang mendunia. dan sosok Nurhayati subakat yang bisnisnya hampir hancur karena kebakaran yang terjadi, namun karena dorongan kasih sayang untuk menyelamatkan kehidupan karyawannya, Wardah justru bangkit dan mendunia.


Para perempuan hebat itu, juga seorang ibu, seorang istri, seorang anak perempuan sama dengan kita. Saat kecil pun mereka sama dengan kita, harus belajar memasak, membersihkan rumah, mencuci baju dan lain sebagainya. Sambil terus belajar di sekolah. Mereka juga memiliki romantika, pernah jatuh cinta, patah hati, namun bedanya dengan kita, mereka tidak galau dan membangun dirinya dengan baik. 


Perempuan Indonesia bisa menjadikan mereka sebagai role model. Untuk itu yang harus dilakukan adalah merobohkan belenggu, lalu mengembangkan diri dengan teknik personal branding, yang diiringi dengan upaya belajar yang terus menerus, mempelajari berbagai keterampilan untuk memimpin.


5. Bagaimana mengaplikasikannya? 


Seorang perempuan, harus menantang dirinya untuk terus belajar. Seambisius apapun perempuan, tanpa skill yang diperlukan, akan sulit untuk bisa memanage orang lain.  Jadi ibu hanim sarankan, untuk perempuan dengan banyak roles ini, musti menyempatkan diri untuk ada reflection time, memperbanyak ilmu, memperbanyak kompetensi di berbagai bidang, dan belajar bagaimana cara membuat planning. 


Misalnya dengan membaca dan belajar dari buku-buku bisnis tentang cara berpikir strategis, dan mengikuti pelatihan pengembangan diri dan training motivasi, untuk membuat mentalitas menjadi kuat. 


Selain itu, perempuan juga harus memiliki rencana atau agenda pengembangan diri. Seperti membuat resolusi tahunan, tapi untuk membentuk skill internal. Misalnya di tahun ini kita harus belajar untuk meningkatkan rasa percaya diri, atau belajar melakukan komunikasi yang baik dengan orang, belajar membuka diri untuk dapat membangun hubungan yang baik dengan semua orang. Targetkan misalnya di tahun ini harus punya beberapa sahabat baru, di berbagai bidang, dan belajar dari mereka. 


Di bidang karir, kita harus juga belajar cara bagaimana untuk meningkatkan kecepatan kerja. Untuk meningkatkan kemampuan bersaing, kita harus bisa bekerja dengan semakin excellent. Hasil kerja kita harus bebas dari kesalahan, dilakukan dengan waktu yang cepat, dan kualitasnya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pelajari juga keterampilan presentasi. Belajar teknologi dan trik-trik agar presentasi kita menjadi makin canggih, dan menarik serta bisa menginspirasi. 


Banyak perempuan ingin memimpin, ingin menonjol, tapi tidak sadar bahwa untuk bisa memimpin, ia harus belajar mendengar. Belajar mengembangkan orang lain, belajar mendorong orang lain untuk berkembang menjadi semakin baik. Pemimpin adalah orang yang pandai mengembangkan orang yang dipimpinnya, dan lakukan ini dengan sifat-sifat feminine kita. Dengan kasih sayang, dan bimbingan. Anda akan menjadi pemimpin yang baik dan disukai dengan cara ini. 


Namun harus belajar juga jangan sampai anda menjadi pemimpin yang lemah. Perempuan juga harus memiliki sifat maskulin. Contohnya 80% sifat femininin dan 20% sifat maskulin. Misalnya kita harus menegur bawahan yang tidak disiplin. Atau harus melakukan peringatan keras pada bawahan yang korupsi. Anda mungkin bingung, bagaimana caranya? Atau merasa tidak enak. Kemampuan menangani masalah seperti inilah yang sangat dibutuhkan. 


Misalnya dalam menangani korupsi, anda kumpulkan dulu data-datanya. Jangan lakukan tuduhan. Itu sangat tidak professional. Sampaikan fakta, dan tegur dengan keras. Tempatkan diri anda sebagai orang yang tegas, karena mereka yang seperti ini merusak perusahaan. Mereka menghancurkan, jangan takut bersikap. Pelajari caranya dengan meniru dari buku-buku, membaca artikel dari majalah bisnis online internasional, dan minta saran dari rekan yang anda segani di kantor. Buka diri untuk menerima saran dari mana saja, tapi andalah yang mengambil keputusan mana cara yang terbaik. 


Perempuan juga harus bisa menggunakan berbagai gadget untuk meningkatkan efektivitas pekerjaannya. Harus pula bisa lebih sabar, lebih professional, dan bergerak berlandaskan fakta, serta memegang prinsip, konsisten dan kuat. 

Harus meningkatkan pengetahuan dan melatih skill. Bagaimana cara bekerja efektif, bagaimana ilmu psikologi, cara menghadapi zaman sekarang. Perempuan harus memiliki banyak pengetahuan. Terus belajar. Sabar, dan mengembangkan kemampuan untuk mampu memanage diri dan orang lain. 


Nama narasumber : 

Datuk Faridah Hanim binti Haron, 

Corporate Strategic Intelligence Expert di ACT Consulting, sebelumnya 20 tahun sebagai pemimpin strategic yang memimpin Petronas hingga masuk dalam list Fortune 500.

Comments