Business Insights : Corporate Strategy Intelligence From Ibu Hanim
Corporate Strategy Intelligence Ala Datin Faridah Hanim Haron yang sukses membesarkan Petronas
Building Great Companies a Step Ahead
Ala Ibu Faridah Hanim Haron
Ibu Hanim percaya bahwa perusahaan apapun, bisa jadi hebat dan besar. Itu dibuktikan dalam kerja cerdasnya selama 20 tahun bekerja di Petronas. Sebagai Organization Development Specialist di Petronas. Selama masa bekerjanya, ia berhasil membawa Petronas dari perusahaan yang dulunya belum banyak diketahui orang, hingga menjadi Perusahaan besar yang kini memiliki 154 anak perusahaan. Petronas kini beroperasi dengan memiliki 51.000 pegawai di seluruh dunia. Kesuksesan Petronas kemudian diakui dunia di tahun 2013. Petronas masuk dalam daftar Fortune 500 World Best Companies sejak 2013 hingga saat ini.
Tepat di usianya saat menginjak 50 tahun, Ibu Hanim menemukan “panggilan hidup”nya. Ia meninggalkan kenyamanan bekerja sebagai Elit Manajemen di Petronas, untuk mengembangkan usaha kecil dan perusahaan bermasalah di berbagai negara di Asia, agar menjadi Korporasi yang besar dan Profesional. Ibu Hanim berhasil menaklukkan sejumlah Negara Asia lewat Perusahaan Klien yang dibantunya. Tercatat ia telah menorehkan keberhasilannya di beberapa negara Asia selain Malaysia, yaitu di China, Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, dan kini ; Indonesia.
Persisnya, apa dan bagaimana cara Ibu Hanim melakukan rekayasa organisasi? Ada 5 langkah yang dirumuskan Ibu Hanim, dalam Training Corporate Strategy Intelligence. Lima langkah tersebut adalah :
1. Corporate Perscription & Direction
2. Organizational Design
3. Standard Operating Procedure
4. 5 steps Methods to Problem Solving
5. Business Leadership Today
Termasuk diantara Step 1 adalah Pernyataan Misi sebuah perusahaan atau organisasi. Yang menentukan Siapa dan Mengapa perusahaan tersebut dibentuk untuk pertama kalinya, dengan tujuan apa yang ingin dicapai “
1. What are you?
2. What is your purpose?
3. What is your main responsibility?
4. What do you promote or what is your main objective?
Pertanyaan diatas akan membantu anda dalam menemukan Corporate Perscription. Sementara, cara lain untuk menemukan Direction adalah dengan cara melihat pada Core Values atau Shared Values yang ada di dalam perusahaan Anda. Kebutuhan penentuan Misi adalah ; Misi tersebut, harus mampu membakar semangat dan menjadikan diri anda terbangun dengan penuh Energi di pagi hari untuk memulai hari yang penuh dengan pencapaian impian.
Langkah kedua, adalah dalam menentukan, kemana arah yang ingin dituju oleh perusahaan anda. Apakah bisnis anda memiliki Visi? Dan bagaimana cara Anda dalam membangun Visi Organisasi yang anda inginkan? Visi menjadi penting, karena ia yang akan menjaga values dalam perusahaan anda agar tetap bersih, saat perjalanan penuh misi menghadapi berbagai terpaan masalah.
Kriteria yang harus diperhatikan dalam membuat suatu pernyataan Visi adalah :
- Realistis : Bersumber dari realita
- Credible : Anda sendiri harus mempercayainya
- Attractive : Menarik bagi Orang lain untuk bergabung dalam Perusahaan Anda
- Future : Menentukan kemana Arah Perusahaan di Masa Depan.
Setelah menemukan Misi, Values, dan Visi, selanjutnya yang harus dilakukan adalah, menyusun Roadmap. Bagaimana dalam sejumlah waktu di depan, Anda menentukan jalur yang ingin diambil, tim yang ingin dibentuk, hasil yang ingin dicapai, konsumen yang ingin anda raih secara umum, dan nilai apa yang ingin anda berikan untuk masyarakat secara luas.
Bagaimana cara membuat Roadmap? Di dalam Roadmap, anda harus menentukan beberapa titik small vision yang ingin anda capai, dalam sebuah kerangka waktu. Misalnya, setiap 2 tahun ke depan, apa yang ingin anda berikan kepada masyarakat dan sejauh apa anda berhasil mencapainya?
Small vision ini dijadikan metriks tujuan yang harus diturunkan menjadi goals-goals apa yang ingin anda capai setiap tahunnya. Goals ini harus terukur (quantifiable), dan harus dalam satuan metriks yang bisa dipahami oleh anda dan para karyawan di perusahaan anda.
Bila anda tidak bisa merumuskan ini, akan sulit bagi anda untuk mempertahankan kinerja perusahaan anda dalam sejumlah tahun ke depan. Seperti yang dikatakan oleh banyak peneliti, kebanyakan bisnis gagal setelah 4 tahun pertama mereka. Anda tentu tidak ingin ini terjadi bukan? Karena itu, rumuskanlah roadmap yang bisa anda kuantifikasikan.
Hal ini menjadi penting, saat anda melakukan tutup buku dan menutup tahun kalender ini, dan menyusun rencana untuk tahun baru ke depan. Tentukan Annual Strategic Planning. Selanjutnya adalah, bagaimana menyusun Strategi? Strategi disusun dengan mengisi Balance Scorecard. Ada 4 komponen yang ada di dalamnya, yaitu :
1. Financial Gain ; bagaimana cara untuk mencapai target keuangan?
2. Costumer Value ; nilai apa yang ingin diberikan pada konsumen anda?
3. Operation to Create Values ; proses internal apakah yang harus diperbaiki untuk menyediakan nilai dan mencapai tujuan keuangan perusahaan anda?
4. Capability Needed/ Skills to Run Operation ; apakah keterampilan dan kapabilitas dari tim karyawan yang anda miliki, untuk mengarahkan proses internal agar dapat memenuhi tujuan nilai untuk konsumen, dan bagiamana mencapai tujuan keuangan?
Perpaduan langkah 1 dan 2, akan menunjukkan kekurangan Key Result Area di perusahaan Anda. Dan gabungan dari langkah 3 dan 4 akan menunjukkan Effort yang harus dikeluarkan agar perusahaan anda bisa mencapai Key Performance Indicator yang disepakati antara anda dan tim karyawan.
Sisi lain dari strategi adalah perhitungan SWOT : Strength – Weakness – Opportunities – Threats :
S - O : Strength apa yang bisa anda gunakan untuk mengkapitalisasi opportunities yang dimiliki?
W - O : Weakness apa yang harus dimitigasikan untuk bisa opportunities bisa terkapitalisasi?
S - T : Strength apa yang bisa digunakan untuk bisa menangani/ mengurangi Threats?
W - T : Strategi apa yang bisa dilakukan untuk meminimkan Weakness dan menghindari Threats?
Bagaimana? Itu baru langkah 1 dan 2 dari 5 langkah dalam Corporate Strategy Intelligence. Semoga membantu perusahaan Anda dalam menyusun strategi terbaik untuk memastikan proses operations yang anda lakukan di dalam perusahaan, menghasilkan values yang berarti bagi konsumen, dan menghasilkan finansial yang mendukung perkembangan perusahaan beserta para karyawan yang ada di dalamnya.
Pengalaman bekerja selama 20 tahun di Petronas membuat Faridah Hanim Haron membuktikan bahwa perusahaan apapun dapat menjadi hebat dan besar. Pengalamannya bekerja sebagai Organization Development Specialist di Petronas membuatnya berhasil membawa Petronas menjadi perusahaan yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang hingga memiliki 154 anak usaha dan 51ribu pegawai di seluruh dunia.
“Di dalam Mission statement, harus ada elemen-elemen penting yang memberikan inspirasi. Agar sebuah pernyataan visi dan misi perusahaan memberi semangat bekerja bagi karyawan, untuk menyegarkan dan menghidupkan suatu organisasi. Namun saat ini, bila kita lihat mission statement berbagai perusahaan dari internet, unsur-unsur tersebut jarang ditemukan. Padahal, untuk membentuk high performing culture, untuk dapat masuk dalam list fortune500, mission statement harus dirancang dengan tepat”. Jelas Ibu Hanim pada acara Asean Corporate Culture Forum ke-15 yang diselenggarakan di Granada Ballroom, Menara 165 pada Selasa (31/10/18) lalu.
Langkah kedua adalah dalam menentukan, kemana arah yang ingin dituju oleh perusahaan. Apakah bisnis yang dijalankan memiliki visi dan bagaimana caranya dalam membangun visi organisasi sesuai dengan yang diinginkan. Visi menjadi penting karena visi yang akan menjaga values dalam perusahaan agar tetap bersih, saat perjalanan penuh misi menghadapi berbagai terpaan masalah.
“Sebuah visi perusahaan, menentukan arah perjalanannya. Untuk itu, elemen di dalamnya haruslah terukur. Dapat dikuantifikasi. Dapat ditentukan pada saat mana visi itu telah tercapai. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Apakah sudah menunjukkan tanda-tanda visi tersebut sudah tercapai? Bila anda berkata tidak tahu, ini berarti Visi yang dibuat masih belum tepat. Bangunlah visi perusahaan yang dapat dikalkulasi pencapaiannya”. Paparnya lagi.
Setelah menentukan visi, misi dan values dari perusahaan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyusun Roadmap. Roadmap bertujuan untuk menentukan jalur mana yang ingin diambil, terlihat jumlah tim yang ingin dibentuk, hasil yang ingin dicapai, sasaran konsumen yang ingin diraih secara umum serta nilai yang ingin diberikan untuk masyarakat luas.
“setelah menentukan visi dan misi, Anda harus menyusun roadmap perusahaan selama 10 tahun kedepan. Dalam Roadmap itu, Anda perlu memasukkan unsur yang dapat dihitung pecapaiannya. Taruh visi anda di dalam roadmap tersebut. Tentukan sasaran indah yang ingin dicapai. Misalnya ingin mencapai keuntungan 10 juta dollar pada tahun ke 10 perusahaan Anda”.
Jika tidak merumuskan hal-hal tersebut, maka akan sulit bagi perusahaan untuk kinerjanya dalam beberapa tahun kedepan. Seperti yang dikatakan oleh banyak peneliti, banyak bisnis yang gagal pada 4 tahun pertamanya dikarenakan roadmap yang tidak dirumuskan dengan baik.
Hal ini menjadi penting, saat melakukan tutup buku dan menyusun rencana untuk tahun baru ke depan. Setelah menyusun Roadmap, perusahaan harus membuat juga Annual Strategic Planning. Ibu Hanim juga menuturkan dalam membuat Strategic Planning biasanya perusahaan memakai SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Namun analisa SWOT saja tidaklah cukup.
“Bila selama ini perencanaan strategi anda menggunakan SWOT, ini baik. Namun dari SWOT ini tidak menentukan strategi dan intervensi apa yang diperlukan.
• Strategi lahir dari apa yang Anda tulis dalam Balance Scorecard. Digabungkan dengan analisa strength (unsur S dalam SWOT), dipasangkan dengan O (opportunity) yang ada di luar, baru bisa menjawab persoalan yang ada diluar.
• Dalam Balance Scorecard, perpaduan langkah pertama (sasaran finansial) dan kedua (costumer) akan menunjukkan kekurangan dari Key Result Area yang ada di perusahaan.
• Sedangkan gabungan dari langkah ketiga (operasional) dan keempat (learning & growth) akan menunjukkan Effort yang harus dikeluarkan agar perusahaan bisa mencapai Key Performance Indicator yang disepakati antara Leader dan tim karyawan.
Penjelasan diatas hanya sekelumit saja dari metode CSI ini terbukti telah sukses membawa Petronas untuk masuk ke List Fortune 500 sejak tahun 2013.
Comments
Post a Comment